Gaara vs Seimei

Gaara Shukaku

Matsuri cemas akan Gaara
Naruto : Gaara
Seimei : Jadi inilah Shukaku. Ini pertama kali kulihat hal yang sesungguhnya
Naruto : Ini berbahaya, pergilah
Matsuri : Tapi Gaara – sensei
Naruto : Diamlah. Gaara telah berusaha menyelamatkanmu. Cepatlah
Shikamaru dkk
Shikamaru dan Temari datang.
Shikamaru : Hey. Apakah itu…
Temari : Yah. Itu Gaara. Dia mulai berubah menjadi Shukaku.
Sakura. Dan yang lain tiba.
Sakura : Naruto.
Hinata : Naruto – kun!
Naruto : Hinata, Sakura – chan…

Shikamaru dkk tiba
Temari : Matsuri. Kau tak apa-apa?
Matsuri : Ya. Tapi Gaara sensei…
Naruto : Tolong jaga dia ya. (Bangkit)
Sakura : Jangan dulu. Kau masih terluka. Walaupun kau bertarung lagi. Paling-paling akhirnya kau tak bisa bergerak lagi.

Gaara

Seimei
Temari : Ini buruk. Ini hanya soal waktu saja.
Shikamaru : Seperti yang kuduga.
Shikamaru : Sakura. Cepatlah.
Sakura : Ya. Pertama. Berikan tanganmu Naruto. (Sakura mengobati Naruto)
Neji : (Melihat dengan byakugan) apa itu?
Shino : Ada apa Neji?
Neji : Ada chakra yang sangat kuat yang mengalir antara jubah yang dipakai musuh dan Gaara yang setengah bertransformasi.
Matsuri : Orang itu bilang jika ia adalah Seimei, pendiri desa Takumi. Dan ia telah dilahirkan kembali sebagai senjata maut.
Naruto : Bajingan itu. Ia mencuri chakra Gaara.
Lee : Kalau diingat, kami juga melawan seseorang dengan jubah yang mirip dan chakraku juga tercuri.
Shino : Jubah yang menyerap chakra… kita tak boleh lengah dan terlalu dekat.

Gaara menekan Shukaku
Shikamaru : apa yang bisa kita lakukan?
Seimei : Melawan Shukaku bukanlah perhitunganku. Tapi aku senang. Mengalahkan Shukaku akan membuktikan bahwa desa senjata maut Takumi tak terkalahkan.
Gaara berkonsentrasi dan wujud Shukaku melumer menjadi pasir.
Matsuri : Gaara – sensei berubah menjadi normal.
Shikamaru : apa yang terjadi padanya?

Seimei
Temari : ia mungkin mencoba menekan Shukaku dengan keinginannya sendiri.
Shikamaru : Tapi mengapa? Bukankah itu hanya mengurangi kekuatan menyerangnya?
Kankurou : Walau begitu, ia memilih bertarung dengan kekuatannya sendiri, bukan dengan sesuatu yang tak bisa dikendalikannya.
Seimei : Kau tak bisa menjaga bentuk Shukaku dengan chakra itu?
Gaara : Aku akan menolong teman-temanku dengan kekuatanku sendiri.

Seimei menyerang Gaara dengan garian tou
Seimei : Shinobi tak perlu emosi. Mereka yang bisa meredam emosinya akan menjadi lebih kuat. Dan kekuatan itu adalah satu-satunya keadilan. Kau telah kalah.

Gaara kewalahan menghadapi Seimei

Seimei mengetahui Gaara telah lelah
Tiga kepala ular siap menyerang Gaara.
Seimei : Rasakan ini.
Gaara menghindari serangan garian tou yang bertubi-tubi.

Gaara mengubah bebatuan menjadi pasir

Seimei akan tertimbun
Seimei : Hanya sampai di sini langkahmu monster Suna gakure?
Gaara : Gertakan.
Seimei : Kau bahkan sudah tak punya chakra lagi.
Gaara : Memang benar aku kehabisan chakra… tapi apakah kau fikir aku hanya diam di kandang mengenyot jempol?… ryuusa bakuryu!

Ombak pasir menggulung

Naruto dkk mengindari ombak pasir

Seimei lolos dari ombak pasir
Seimei : Kau tak punya pasir lagi.
Gaara : Aku adalah Gaara padang pasir. Menghancurkan batu dan mengubah jadi mineral menjadi pasir adalah mudah bagiku.
Bebatuan mulai hancur menjadi pasir dan munculah ombak pasir yang besar. Naruto dkk menghindari ombak pasir. Ombak pasir menggenangi pepohonan. Seimei tenggelam dalam lautan pasir.
Seimei : Kujaku senpuu sen.
Pusaran angin tercipta dan Seimei keluar dari pasir.
Seimei : Kau masih punya kekuatan. Kalau begitu aku akan mengambil kekuatan itu.
Neji : (Melihat dengan byakugan) chakra Gaara dihisap lagi!

Seimei menghisap chakra Gaara
Naruto akan beraksi..
Shikamaru : Tunggu Naruto
Naruto : apa. Kenapa kau melarangku Shikamaru!!!
Shikamaru : Walaupun kau menolong, kau hanya menyusahkannya saja.
Temari : benar. Dan Gaara kami itu sangat kuat.
Naruto : Gaara…

Gaara menciptakan lembing pasir

Gaara melempar lembing

Saikou zettai hougeki, Shukaku no houkou
Lembing pasir tercipta di tangan Gaara.
Gaara : Saikou zettai hougeki, Shukaku no houkou.
Gaara menembak senjata Seimei dengan lembing Shukaku no houkou. Senjata Seimei pecah.
Seimei : M ..Mengapa? Mengapa kau…?

mugen kougai pecah

Senjata Seimei hancur
Gaara : Orang sepertimu yang hanya melihat orang sebagai senjata, tidak akan mengerti.
Seimei : Aku tak mengerti.. Bagaimana?
Seimei jatuh ke pasir. Pasir menghisapnya sehingga ia masuk dalam pasir.
Gaara : Sabaku taisou!
Pasir besar menekan Seimei. Kini ia mati. Cahaya berkilauan tampak keluar dari celah-celah pasir.

Seimei jatuh

Pasir menelannya
Naruto : Hore..!
Matsuri : Gaara sensei menang. Naruto menghampiri Gaara. Yang lain mengikuti. Gaara terjatuh karena kelelahan. Sakura memeriksanya
Sakura : Cuma kelelahan karena menggunakan chakra yang sangat banyak.
Kankurou : Gaara menekan Shukaku dengan keinginannya sendiri.

Naruto dkk senang
Ingatan Kankurou
Gaara : Aku akan berusaha keras, karena aku ingin dihargai oleh yang lain. Itulah yang kurasakan saat ku melihat Uzumaki Naruto. Ikatan dengan lainnya… sampai kini, aku hanya dikenal sebagai kebencian dan hasrat membunuh…. tapi aku mau tahu, seperti apa ikatan itu… sekarang sepertinya aku telah paham walaupun sedikit. Kepedihan, kesedihan, dan kebahagiaan. Perasaan ini membuat kau menghargai orang lain.
Gaara dkk

Ingatan Kankurou
Kankurou : Kau akhirnya menemukan seseorang yang memahamimu.
Naruto : apa tadi?
Kankurou : Oh. Tidak apa-apa.
Puncak lembah

Jiraiya dan kakashi memantau darai atas
Kakashi : Kita akhirnya sampai ke mereka dan semuanya sudah selesai…
Jiraiya : Berarti anak-anak itu telah tumbuh sedikit. Kan?
Kakashi : Ya.
Rumah sakit Konoha
Naruto sedang berbaring di tempat tidur. Jiraiya datang.
Naruto : Ero sennin
Jiraiya : Sudah lama yah. Naruto.
Naruto : Jangan bilang “sudah lama yah” dasar orang mesum bodoh. Katanya mau mengajakku latihan dan mengambilku sebagai murid. Dari mana saja kau?

Naruto dan Jiraiya

Gaara berbaring di rumah sakit
Jiraiya : Gimana ya?… kurasa aku habis mengumpulkan informasi.
Naruto : Paling-paling kau mengumpulkan informasi pada gadis telanjang.
Jiraiya : Kau bodoh. Aku telah melakukan sesuatu. Aku berburu informasi tentang Akatsuki.
Naruto : Akatsuki?
Jiraiya : Aku telah menemukan motif dibalik aksi mereka. Aku telah dekat. Aku akan benar-benar mengasahmu sebelum mereka menangkapmu dua setengah tahun lagi. Seperti yang mereka katakan. Aku ingin tahu apa kau sudah siap?
Naruto : Aku telah lelah menunggu selama ini.
Di samping ruang Naruto yang disekat, berbaring Gaara.
Gerbang Konoha
Temari : Sekarang kami berhutang satu ya.
Shikamaru : Tidak, justru kami yang baru bayar hutang. Dan aku akan melakukan yang lebih baik jika hal seperti ini terjadi lagi.

Tim Gaara pamit
Temari : Aku mengakui bahwa kalian melakukan hal baik kali ini.
Gaara : Dimana dia?
Shikamaru : Maksudmu Naruto. Kudengar ia akan pergi menjalani latihan bersama Jiraiya hari ini.
Kankurou : Jiraiya salah satu dari sannin?
Shikamaru : Yah. Dia berencana akan lebih baik sepulangnya nanti.
Tim Gaara pamit dan pulang. Matsuri kembali lagi.
Matsuri : Tolong katakan ini pada Naruto – san. Berkat Naruto – san, aku telah mampu memahami apa yang Gaara sensei akan katakan padaku. Dan katakan padanya bahwa aku akan terus berlatih di bawah bimbingan Gaara – sensei. (Matsuri pergi)
Shikamaru : Memang apa yang ia katakan?
Kamar Naruto

Naruto merapikan kamar
Naruto membereskan kamarnya
Naruto : Oke. Sepertinya sudah cukup.
Naruto keluar.
Gedung Hokage
Hokage : Aku telah baca laporan desa Takumi. Aku tak bisa memberikanmu nilai sempurna padanya. Tapi aku akan memberimu nilai lulus.

Shikamaru dan Hokage
Shikamaru : Yah.. Aku kan kurang pengalaman…
Hokage : Memang benar. Mulai sekarang, aku akan mulai mengirimmu ke lebih banyak misi. Kau akan meraih banyak pengalaman dalam waktu singkat. Jadi bersiaplah.
Shikamaru : Wah. Aku seperti diperas.
Rumah sakit Konoha – Lab

Sakura berlatih
Sakura sedang berlatih menyembuhkan ikan yang lebih besar. Ikan yang tadinya tak bergerak akhirnya bergerak dan masuk ke kolam.
Ino : (tiba-tiba muncul di belakang Sakura) eh.. Sakura, punya waktu sebentar?
Sakura : Ya kenapa?
Ino : Aku telah memikirkan ini sejak lama, namun aku menjadi yakin sejak misi terakhir. Aku merasa tak berguna saat ini.
Sakura : Ino.
Ino : Dengan berat hati kuakui bahwa.. Aku cemburu padamu. Semua orang bergantung padamu. Itulah sebabnya aku ingin menjadi ninja medis juga. Aku tahu itu berat. Aku sangat yakin dan akan melakukan yang terbaik dengan belajar. Jadi maukah kau memintanya pada Tsunade – sama untukku?

Ino ingin menjadi ninja medis

Sakura vs Ino
Sakura : Tentu.
Ino : Benarkah?
Sakura : Tapi siap-siap yah! Kau akan menjadi adik kecilku.
Ino : apa?
Sakura : Kenapa memang? Aku akan menjadi s-e-n-p-a-i mu. Kau akan menjadi juniorku yang lucu. Aku akan memberimu banyak tugas yang berat.
Ino : Tunggu saja. Aku akan melampauimu.
Sakura : Coba saja, Ino babi
Ino : Tentu saja, jidat jenong!
Dojo Lee

Lee, Tenten, Kiba, Shino dan Choji
Tenten sedang latihan dengan Lee
Tenten
Mengapa? Mengapa?
Lee : Apanya?
Tenten : Mengapa hanya aku yang ditinggal pada misi terakhir?
Lee : Karena kau keluar bersama tim Kotarou, ya kan?
Tenten : Tapi semuanya kan ikut
Shino : Lihat itu… memang sedih rasanya jika kau ditinggal misi seperti itu.
Kiba : Ngomong-ngomong, Naruto kabarnya akan pergi untuk latihan ya
Choji : Dan kabarnya Jiraiya akan menjadi gurunya.
Kiba : Sial, dia berencana akan tambah kuat.
Shino : Kelihatannya desa akan sepi sejenak.
Choji : Rasanya akan merasa sedikit kesepian.
Lee : Tidak. Ini bukan waktu bagi kita untuk sedih. Kita harus melakukan yang terbaik… kita harus berusaha lebih keras dan lebih keras, lebih keras dari Naruto… jika tidak, kita tak akan mampu memandang wajahnya saat ia kembali nanti.
Tenten menendang Lee
Shino : Kita harus terus tumbuh dan berkembang hingga saatnya tiba…. lagipula, semua yang berinteraksi dengan lainnya disebut teman.
Kiba : Kita tak boleh kalah dari dia, Akamaru!
Choji : Betul.
Tenten : Lee kau tak apa-apa?
Lee : Aku tak apa-apa.
Kediaman Hyuuga
Hinata dan Neji sedang berlatih. Saat Hinata telah terdesak, Neji menghentikan latihan

Neji dan Hinata sedang berlatih
Neji : Hinata – sama, mari sudahi latihan hari ini.
Hinata : Aku masih bisa…
Neji : Sekarang adalah saatnya ia untuk pergi. Kita tak akan bisa melihatnya lagi beberapa waktu.
Ichiraku ramen

Iruka dan Naruto di Ichiraku ramen
Iruka : Oh begitu. Jadi kau akan pergi untuk waktu yang cukup lama. dengar ya. Latihan pastinya akan sangat berat dan jangan bolos.
Naruto : Ya tentu.
Jiraiya : (Muncul) Ayo Naruto
Naruto : Baik. Aku pergi dulu. Iruka – sensei! Bayarin ramennya yah.
Jalanan

Iruka menatap kepergian Naruto
Naruto dan Jiraiya pergi. Iruka memperhatikan dari jauh
Iruka : Lakukan yang terbaik. Naruto!
Naruto berhenti sejenak dan melihat monumen Hokage.
Jiraiya : Hey. apa yang kau lakukan? Aku akan meninggalkanmu. Naruto!
Naruto : Tunggu!
Hinata mengintip kepergian Naruto

Hinata menatap kepergian Naruto
Hinata : Aku akan berusaha keras agar bisa tetap mengimbangi Naruto-kun.




