Naruto Pilot Project bag 3


bagian 1

bagian 2

Seminggu Kemudian
Naruto sedang duduk dibawah pohon. Motornya diparkir tak jauh darinya
Naruto : Sialan. Seminggu sudah berlalu dan aku belum mendapatkan petunjuk. Kalau dipikir-pikir, tak mungkin aku mencari pembunuh sebenarnya seorang diri.Apa yang aku lakukan disini? Apakah ia (Kuroda) masih mempercayaiku ? Aku benar-benar… Tak yakin akan hal itu. Rasanya aku mau lari saja.
Dibalik pohon tempat Naruto duduk. Terdapat bangku taman. 4 orang anak berkumpul disana.
Hiroshi : Aku akan beli minuman.
orang#1 : Oh Hiroshi, belikan aku satu ya!
Hiroshi pergi
Orang#2 : Aku tak tahu tentang Hiroshi
orang#2: Aku juga. Ia bodoh. Dan ia tipe orang aneh.
orang#1 : lucu sekali ia bergaul dengan kita supaya kelihatan keren. Dia itu beda dengan yang lain
Naruto mendengar percakapan itu. Naruto teringat perkataan teman-temannya
Teman Naruto : Naruto kan bukan manusia….. Aku tahu. Dia itu monster kan? Ayahku yang memberitahu…. Benarkah? Menakutkan….
Naruto :Tidak mungkin ada manusia yang akan mempercayaiku. Lalu untuk apa aku bersusaah payah untuk seorang manusia? Bodoh sekali
Seorang anak yang berkumpul di belakang pohon berkata
Orang#3 : Itu tak benar. Hiroshi itu normal. Waktu kau masih kecil dan akkimu patah karena terjatuh dari pohon. Siapa yang membawamu kerumah sakit?
Orang#1 : I-Itu?
Orang#3 : Orang disana, orang disini. Tak jadi soal. Kalau kan bicara seperti itu lagi pada Hiroshi, aku tak akan memaafkanmu.
Orang#1 : M-Maaf
Orang#2 : Itu Hiroshi
Hiroshi : Ini jus nya… hey. Mengapa menatapku begitu?
Naruto : (Terharu) Beruntung. Hiroshi adalah orang yang beruntung.
Hiroshi : (memberikan minuman kaleng) Ini
Naruto berdiri dan menuju Hiroshi
Naruto : Hey kau. Aku iri padamu. Sampai jumpa (Naruto pergi)
Hiroshi : Ada apa dengan orang itu?
*****
Naruto mengendarai motornya
Naruto : Aku juga ingin seperti itu. Untuk sekali lagi. Aku merasa dipercaya seseorang.
Takeshi : (Ingatan Naruto) Jika kau percaya padaku, aku akan percaya padamu.
Naruto : Yah. Aku hanya perlu yakin bahwa ia percaya padaku. Baiklah waktunya mencari informasi
*****
Naruto tiba disebuah rumah dan mengetuk pintunya
Petugas : (membuka pintu) Ya. Kau. Kau belum kabur rupanya
Naruto : Hey Pak petugas. Ceritakan padaku kejadian di malam perkara. (mencium sesuatu) Hah? Hey tuan. Bolehkan saya minta Udon. Saya belum makan dari pagi.
Petugas : Dari mana kau tahu aku habis makan Udon?
Naruto : Aku bisa menciumnya. Penciumanku lebih baik dari Manusia.
*****
Naruto telah menghabiskan semangkuk Udon.
Naruto : Terima kasih makanannya. Hey. Hey. Apakah kau lihat orang mencurigakan malam itu?
Petugas : Tidak. Aku tak lihat seorang pun.
Naruto : Apa kau memang berjaga sebagai mana mestinya? Atau jangan-jangan kau lah pembunuhnya
Petugas : Jangan bodoh. Aku hanya masuk ke ruangan untuk ke kamar mandi. Aku tak pernah menyentuh lukisan itu.
Naruto : Lalu. Mengapa baumu mencolok sekali? Baunya sama seperti lukisan itu. Aku ingat bau lukisan itu saat sedang di perbaiki. Hidungku mengingatnya dengan baik.
*****
Disebuah ruangan, petugas melapor pada seseorang
Petugas : Uzumaki Naruto mengejar lukisan itu. Jadi aku membunuhnya Sersan.
Matsushima sedang duduk didepan lukisan Kuroda
Matsushima : Hahaha. Baguslah kalau begitu. Aku senang kau menjadi anak buahku. Sekarang mereka akan mengira bocah itu mengambil lukisannya dan menyembunyikan diri. Dasar Kuroda bodoh.
Tiba-tiba muncul ekor rubah dari belakang petugas.
Petugas : jadi begitu rupanya.
Petugas berubah menjadi Naruto.
Naruto : Sayang sekali. Anak buahmu membocorkan rahasiamu. Aku sudah mengurusnya.
Matsushima : Apa? Kau?…
Naruto : Menuduhku… membohongi pak tua… dan yang paling parah, membunuh takashi san…
Matsushima : Sial… Kau monster.. Lukisan ini milikku.
Matsushima menembak Naruto, namun sebelum sempat peluru keluar….
Naruto : Kyubi no Yoko no Jutsu
Naruto berubah menjadi Kyubi mini. Ekor-ekornya melilit Matsushima dan membuang senjatanya
Naruto :
Aku tak akan memaafkan hal ini
*****
Matsushima sedang digiring polisi. Petugas yang jadi anak buahnya juga ditangkap polisi
Sersan : Jangan percaya dia… Dia itu monster
Polisi : Sudahlah, matsushima
Kuroda. Maaf, dia sudah menceritakan semuanya.
Naruto : Baiklah. Aku akan kembalikan lukisannya
Polisi : Ya. cepatlah.
Kuroda muncul
Naruto : Tuan….
*****
Naruto dan Kuroda sedang bicara berdua di depan kuburan Takashi
Kuroda : Aku harus berterima kasih padamu.
Naruto : hah?
Kuroda : Berkat dirimu, Aku kembali dapat mempercayai seseorang.
Naruto : Aku juga dipercayai orang untuk pertama kalinya.
Kuroda : Ini semua berkat Takashi san
Takashi : (ingatan Naruto) Kau punya banyak kesempatan
Naruto : Tuan..tuan
Kuroda : Apa?
Naruto : mari berjabat tangan!
Kuroda : Memalukan sekali
Naruto : Ayolah…
Mereka berjabat tangan
Kuroda : Apa yang akan kau lakukan sekarang naruto? Aku bisa saja ikut denganmu ke Gunung, tapi aku sedang sibuk.
Naruto : Tak apalah. Aku sudah bosan di kota.
Kuroda : kalau begitu, bagaimana kalau kita keliling kota. Aku yang traktir
Naruto : kalau begitu, traktir ramen sekalian ya! Apa yang dikatakan kepala seklah tidak salah. Persahabatan itu…. Bagaimana mengucapkannya ya?? …. Menyenangkan sekali.

15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: