Naruto Shippuuden 127 : Dokonjo Ninden. Gulungan Jiraiya bag 1


gambar menyusul

Hiruzen atau Sandaime Hokage sedang memberikan ujian lonceng pada ketiga muridnya, Jiraiya, Tsunade dan Orochimaru. Ketiganya masih kecil
Hiruzen : Ada dua lonceng…. Karena hanya ada dua lonceng maka…
Orochimaru : Satu orang akan kalah…
Hiruzen : Kau sangat cerdas, Orochimaru.
Jiraiya : (Pada Tsunade) Begini saja! Jika aku dapat loncengnya, Kita kencan yuk.
Tsunade : Jika kau kalah jangan ganggu aku lagi.
Jiraiya : Baik. Setuju!
*****
Jiraiya mengintip dibalik pohon, ia melihat Hiruzen sedang makan, tak jauh dari HIruzen tampak satu lonceng tergeletak.
Jiraiya : Ada kesempatan… Sekarang
Jiraiya mengambil lonceng tersebut namun ia terkena jebakan tali hingga tergantung
*****
Jiraiya terikat di tiang kayu
Tsunade : Aku menang taruhan, Jiraiya. Ku terikat di kayu.
Jiraiya : Diam kau Tsunade si Dada rata!
Tsunade : Apa katamu? Si Mesum Otak Kosong!!
Hiruzen : Sudah. Sudah. Cukup … Tsunade dan Orochimaru boleh pulang.
Orochimaru : Baik!
Tsunade : Kau payah…
Tsunade dan Orochimaru pergi
Hiruzen : Bagaimana mungkin seorang shinobi bisa jatuh dalam jebakan seperti itu?!
Jiraiya : Bagaimana lagi…
Hiruzen : Mungkin kau hanya kurang motivasi… Begini saja… Ya. Kita akan coba itu!
Jiraiya : A-Apa?!
Hiruzen : Jangan senang dulu. Lihat saja. Ninpou : Kuchiyose!
Hiruzen memanggil Enma.
Jiraiya : Hebat!
Hiruzen : Dalam Kuchiyose no Jutsu, keu membuat kontrak darah dengan binatang, lalu kau panggil mereka kapanpun menggunakan Jiikukan Ninjutsu…
Jiraiya : Aku juga ingin melakukan kontrak darah dengan salah satunya!
Hiruzen : Yang itu kau belum bisa.
Jiraiya : Hah?
Hiruzen : Setiap orang punya jalannya sendiri-sendiri, begitu pula binatang yang sesuai.
Jiraiya : Kalau begitu, binatangku apa?

Hiruzen : Sebelum kau membuat kontrak, kau harus latihan mengatur chakra dan fuin,
Jiraiya : Apa?? Latihan lagi!
Hiruzen : kau akan temukan jawabannya dalam latihanmu!
*****
Hiruzen : (Narasi) Jiraiya termotivasi sejak saat itu, Ia lalu berlatih keras sejak saat itu.
Jiraiya tampak bersila di pucuk pohon.
Jiraiya : Pengaturan chakra…… perdalam Fuin…
Jiraiya juga membawa batu besar sambil berjalan vertical di tebing.
Jiraiya : Aku harus menguasai Jiikukan Ninjutsu
Saat tiba di puncak tebing, Jiraiya tidur-tiduran sambil bermalas-malasan
Jiraiya :Sial. Kapan aku akan mampu membuat kontrak? Mengapa aku mati-matian melakukan latihan berat ini?
Jiraiya terbayang Tsunade
Tsunade : (Ingatan Jiraiya) Jika aku punya pacar, lebih baik aku pilih Orochimaru dari pada Si Mesum Kepala kosong sepertimu
Jiraiya semangat lagi
Jiraiya : Jawabannya sederhana. Aku akan menjadi ninja hebat dan membuat Tsunade tergila-gila. Sekarang sudah diputuskan. Tak ada waktu untuk dibuang-buang lagi.
*****
Suatu hari Hiruzen melihat Jiraiya sedang konsentrasi
Hiruzen : Rupanya dia sudah termotivasi untuk menjadi Shinobi.
Jiraiya : Bukan hanya Tsunade. Aku akan membuat semua wanita cantik tergila-gila padaku. Baiklah, konsentrasi pada chakraku dan….. (melakukan segel tangan) segelnya adalah beruang, anjing, burung, monyet, domba…..
Hiruzen : Hey tunggu, tidak pasti apa yang akan terjadi jika kau menggunakan Jiikukan Ninjutsu tanpa membuat kontrak terlebih dahulu.!!!
Jiraiya tetap melakukan Kuchiyose no jutsu. Jiraiya menghilang dan muncul di sebnuah tempay aneh. Banyak pohon besar dan patung kodok.
Jiraiya : Dimana aku?
Jiraiya melihat kodok besar sedang berhadapan dengan ular besar. Jiraiya segera menuju ke tengah-tengahnya
Jiraiya : Tunggu dulu. Aku, Jiraiya-sama akan melerai pertarungan ini.
Ular besar segera bergerak menyerang Kodok besar. Jiraiya meraih ekor ular besar dan melemparnya jauh sekali.
Jiraiya : Kurasa harusnya begitu.
Gamabunta : Hmmm… Anak manusia
Jiraiya : Apa? Kodok bisa bicara?
Gamabunta : Kau ini….. manusia benar-benar datang ke Gunung Myoboku?
Jiraiya : Apa maksudmu?!
Gamabunta : Fukasaku-sama! Ada anak manusia.
Fukasaku berdiri di atas pancuran kodok.
Fukasaku : OH. Jadi kau sudah datang.
Jiraiya : Kau ini bicara seolah-olah sudah tahu aku akan datang.
Fukasaku : Ya. Aku sudah tahu kau akan datang. Ojii-jisama sudah meramalkannya.
Gamabunta teringat saat ia mendengarkan ramalan Gama Sennin
*****
Gama Sennin : Seorang anak manusia akan datang ke Gunung Myoboku, dan aku akan memberikan anak itu kekuatan kodok dan sebuah ramalan. Yaitu mimpi yang ku impikan sendiri. Ramalanku.
*****
Jiraiya : Jika anak manusia itu aku, lalu apa ramalannya?!
Fukasaku : Itu.. Aku tak tahu.
Jiraiya : Tak tahu?
Fukasaku : Kau harus tinggal disini dan berlatih lalu tunggu ramalan Ojii-jisama
Jiraiya : Tunggu dulu. Jika aku jadi kuat, aku bisa disukai gadis-gadis . tapi aku tak mau disukai kodok-kodok.
Fukasaku : Jangan mengeluh. Ini takdirmu
Jiraiya : Takdirku?
Fukasaku : Ya. Kau tiba di Gunung Mount Myoboku. Itu adalah bukti bahwa kaulah yang terpilih.
Jiraiya : Yang Terpilih?
Fukasaku : Berlatihlah disini dan menjadi kuatlah… Itu cobaan yang berat juga
*****
Hiruzen : (Narasi) Sejak saat itu, Jiraiya mulai membagi waktunya antara Gunung Myoboku, Gama no Sato dan Konoha Gakure no Sato. Dia menghabiskan masa mudanya berlatih Ninjutsu dan Senjutsu. Namun itu tak semudah yang Jiraiya kira.
Tampak Jiraiya berendam di pancuran Myoboku. Jiraiya diawasi oleh Fukasaku dan Gamabunta. Di lain waktu Jiraiya mencoba mengangkat batu besar di Konoha. Jiraiya juga berlatih keseimbangan dengan duduk di pucuk batu lancip di Myoboku. Jiraiya juga berlatih berlari di pohon bersama Tsunade dan Orochimaru. Jiraiya berlatih berlari di air bersama Hiruzen, Tsunade dan Orochimaru. Tampak bahwa Tsunade dan Orochimaru lebih berbakat dari Jiraiya.
Saat Jiraiya terjatuh dari batu lancip di Myoboku, Fukasaku menangkapnya dengan lidahnya. Di Konoha, Tsunade sudah bisa memecahkan batu besar dengan tinjunya. Saat Jiraiya membisiki sesuatu, Tsunade memukul Jiraiya hingga terlempar jauh.
Akhirnya Jiraiya berhasil duduk di atas batu lancip di Myoboku dengan stabil. Fukasaku tersenyum. Jiraiya pun mampu mengangkat batu besar di Konoha. Hiruzen tersenyum. Fukasaku membuka gulungan kontrak darah. Jiraiya pun membubuhkan cap jari darah dirinya.
*****
Beberapa tahun kemudian, Jiraoya sudah dewasa. Tampak Jiraiya masih suka berlatih di batu lancip di Myoboku
Jiraiya : Aku telah lebih kuat sejak kesini. Tapi. Tsunade masih sedingin biasanya. Bukan hanya itu. Jika aku ditakdirkan untuk menjadi yang terpilih, harusnya aku dengan mudah membuat para gadis terkesan. Itulah alasanku untuk menjadi kuat.
Gamabunta : Jiraiya! Jiraiya!
Jiraiya : Yah?
Gamabunta : Jiraiya, Ojii-jisama memanggilmu.
Jiraiya : Gama Sennin…?
Gamabunta : Cepatlah, ia sudah melihat ramalanmu!
Jiraiya : Yang benar, Bunta?!
*****
Jiraiya menghadap Gama Sennin
Jiraiya : Saya datang.
Gama Sennin : Ah, bagus. Aku senang kau datang! Hah? Siapa kau tadi?
Fukasaku : Ojii-jisama, Dia Jiraiya! Ini Jiraiya!
Gama Sennin : Oh, iya benar! Benar! Kau sudah besar ya…
Shima : Wah, Kau lah yang memanggilnya, Pak tua pikun!
Fukasaku : Pak tua pikun?! Ma, Beraninya kau memanggil Ojii-jisama Pak tua pikun!
Gama Sennin : Sudahlah-sudahlah. Tak usah bertengkar… ngomong-ngomong kau siapa tadi?
Fukasaku : Jiraiya-chan.. (pada Jiraiya) Ojii-jisama mempunyai mimpi tentang dirimu. Sebagaimana kau ketahui ini adalah ramalan. Jadi perhatikan baik-baik.
Jiraiya : Baik!
Gama Sennin : Aku harus memberitahukan dirimu. Dalam mimpi ku… Kau, yang walaupun sangat genit, tapi akan menjadi ninja yang hebat. Suatu hari, kau akan mempunyai murid.
Jiraiya : Sangat genit?? Kalau yang seperti itu dia ingat betul.
Gama Sennin : Muridmu ini akan menjadi ninja yang akan membawa perubahan besar terhadap dunia ninja. Itulah yang kulihat dalam mimpiku.
Jiraiya : Perubahan besar?
Gama Sennin : Jika tidak membawa kebaikan maka ia akan membawa kehancuran. Yang mana dunia belum pernah mengalaminya sebelumnya. Salah satunya.
Jiraiya : Salah satunya? Apa maksudnya?
Gama Sennin : Kau lah yang akan membimbingnya pada perbuatan revolusioner tersebut. Akan tiba suatu hari dimana kau akan dipaksa membuat keputusan sangat penting.
Jiraiya : Keputusan?
Gama Sennin : Keputusan mu akan membawa kemana arah perubahan itu.
Jiraiya : Jadi apa yang harus ku lakukan ..? Agar aku membuat keputusan yang benar?
Gama Sennin : Dalam mimpiku, Kau berkeliling dunia, menulis buku.
Jiraiya : Menulis buku? Untuk apa?
Gama Sennin : Aku juga tidak tahu. Mungkin kau akan berpetualang keliling dunia untuk melihat hakikan segala hal.
Jiraiya : Ojii-jisama, pernahkah ramalanmu meleset?
Gama Sennin : Tidak pernah.
*****
Gamabunta : Jiraiya kau pergi?
Jiraiya : Ya! Kalau disini terus, bagaimana mungkin aku akan membimbing seseorang yang akan membawa perubahan besar dan membuat keputusan yang benar. Hmm… Kurasa aku butuh waktu untuk melihat banyak hal dan bertemu orang lain.
Gamabunta : Begitu…
Gama Sennin : Seperti impian Ojii-jisama, Aku akan berpetualang keliling dunia dan menulis buku. Kelihatannya itulah takdirku.
*****
Hiruzen : (Narasi) Sementara Jiraiya dalam petualangannya mencari hakikat dari impian Gama Sennin, keadaan dunia makin kacau. Kedamaian yang dibangun antara Lima Negri besar mulai rapuh. Agresi antar negara meningkat dan membuat pergolakan internal, orang-orang pun mulai menderita.
*****
Jiraiya berteduh disuatu tempat. Disana ia bertemu seseorang yang kelak akan menjadi Pain Shuradou.
Seseorang : Anak muda… Mengapa kau mengembara?
Jiraiya : Aku mencari trakdirku.
Seseorang : Oh…?
Jiraiya : Seseorang melihatku dalam mimpinya. Dan seperti impiannya, aku mengembara dari negri ke negri.
Seseorang itu tampak menggendong sesuatu dan yang digendong seperti menangis
Seseorang : Oh.Oh. Ada apa…?
Jiraiya : Ini.. Aku punya permen susu.
Sesuatu yang digendong orang itu ternyata adalah kugutsu bertangan enam dan langsung mengambil permen susu dari Jiraiya
Jiraiya : Kugutsu?
Seseorang : Oh, anak ini (kugutsunya) mengatakan padaku… Takdir bukanlah hal yang kau cari! Takdir adalah sesuatu yang kau anggap ada setelah hal itu terjadi. Masa perang sudah tiba. Keahlian beladiri tak berguna pada masa damai tapi beberapa Daimyou mau membayar mahal untuk pelayananku.
Seseorang itu pergi
Jiraiya : Jadi dia ninja juga… dia telah memilih mengambil keuntungan dari masa pergolakan. Itu hanya akan…
*****
Jiraiya sedang mencoba menulis novel ditemani seorang wanita cantik
Wanita : Ayo bersenang-senang. Ayolah
Jiraiya : Mmmm…
Wanita : Apa yang kau tulis?
Jiraiya : Cuma coret-coretan biasa…. Sikap mengambil keuntungan dari keadaan tak akan menghadilkan perubahan besar yang dibutuhkan untuk kedamaian.
Wanita : Begini saja. Jika kau mau melakukan perubahan, rubahlah aku dulu!
Jiraiya : Kurasa kau benar. Kedengarannya menyenangkan.
*****
Diluar tempat Jiraiya menulis, seorang Ninja Kusa Gakure sedang marah-marah. Ninja Kusa ini adalah orang Yang kelak akan menjadi Pain Gakidou
Ninja Kusa : Ini gila…. Aku tak akan bayar untuk sesuatu seperti ini.
Jiraiya muncul
Jiraiya : Tunggu dulu… Aku harus melerai perkelahian ini..
*****
Jiraiya sedang minum bersama Ninja Kusa
Ninja Kusa : Sial. Mengapa takdir itu kejam sekali ?! Aku bekerja keras cultivating negri dengan sedikit pengetahuan yang kumiliki, semua demi Klan ku, tapi malah….
Jiraiya : Orang ini juga kecewa dengan apa yang terjadi pada dunia…
Jiraiya : Ayo minum… Aku juga sedang mencari takdirku juga, tapi sulit. Humph… Susah mencari sesuatu seperti itu.
Ninja Kusa : Orang-orangku tak mungkin melawan ninja dari Negri Besar…
Jiraiya : Orang ini bisanya mengeluh saja
Seorang ninja dari Taki Gakure ikut komentar. Ninja Taki ini adalah orang yang kelak akan menjadi Pain Ningendou.
Ninja Taki : kau salah…
Ninja Kusa : Hah?
Ninja Taki : Aku mengajar anak-anak didesa tentang bagaimana melawan saat menghadapi takdir yang sulit.
Ninja Kusa : Memangnya pendidikan bisa menghentikan perang? Hentikan omong kosong ini.
Ninja Kusa menyerang Ninja Taki, namun Ninja Taki bergerak cepat menghindar
Jiraiya : Dia ninja juga
Ninja Taki : Memang tidak bisa. Tapi aku bisa ajarkan mereka kemampuan yang bisa membuat mereka mampu membuat keputusan yang lebih baik.
Jiraiya : Boleh aku bertanya, Apakah keputusan yang lebih baik itu?
Ninja Taki : Hidup atau mati… Itulah pilihannya. Satu-satunya yang bisa kuajarkan pada mereka bagaimana bertahan hidup.
Jiraiya : Itu kurang baik. Kau harus memilih perubahan besar yang akan membawa dunia pada kedamaian.
*****
Jiraiya tiba di sebuah puing-puing desa. Ada seseorang yang sedang bicara dihadapan warga. Seseorang ini seperti pendeta. Seseorang ini adalah orang yang kelak menjadi Pain Jigakudou.
Seseorang : Membawa kerusakan atau kedamaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Itu tergantung pada tiap-tiap orang.
Jiraiya : Orang ini.. Mungkinkah…?
Jiraiya : Hey Kau… Kaumungkin orang yang sedang ku cari-cari.
Seseorang : Oh…?
Jiraiya : Apa yang akan kau lakukan untuk membawa kedamaian di muka bumi ini?
Seseorang : Dunia sedang menuju masa perang dan pergolakan. Tak mungkin menghentikannya.
Jiraiya : Kau bilang itu bergantung pada komitmen tiap orang. Benarkan? Bagaimana kita mengubah takdir orang-orang?
Seseorang : Berdoa yang khusuk. Hanya itu yang manusia bisa.
Jiraiya : Sepertinya tak mungkin dia.
*****
Jiraiya berkelana di tempat lain. Ia melihat api besar
Jiraiya : Apa itu? … Ini kan cuma desa biasa, mengapa ada ninja yang
Sebuah desa dibakar. Jiraiya diserang dengan shuriken dan kunai
Jiraiya : Ini shuriken jutsu…
Jiraiya kembali diserang namun bisa lolos dengan Kawarimi no Jutsu. Jiraiya mengenali penyerangnya sebagai seorang ninja dari Klan Fuma. Penyerangnya itu kelak akan menjadi Pain Chikushoudou
Jiraiya : Hey, Kau ninja bermarga Fuma, kan?! Mengapa kau menyerang orang-orang tak berdosa.
Ninja Fuma : Kau juga ninja.
Jiraiya : Aku hanya pengembara yang mencari murid.
Ninja Fuma : Huh! Mengapa buang-buang waktu saja?!. Keseimbangan kekuatan antar negara sedang goyah. Kita sedang diambang perang besar. Desa itu dimusnahkan karena ada informasi.
Jiraiya : Karena informasi?!
Ninja Fuuma : Memusnahkan atau dimusnahkan. Kita hidup di dunia dimana kau akan mati jika kau hesitate
Jiraiya melempar dua bom asap
Ninja Fuma : Bom asap
Asap menggumpal terjadi. Jiraiya dan Ninja Fuma bertarung dalam asap. Setelah asap menghilang, Tampak Jiraiya bertekuk lutut dihadapan Ninja Fuma.
Ninja Fuma : Kau hebat juga. Jika kau ninja juga, aku tak bisa membiarkanmu hidup. Menyerahlah. Ini adalah takdir kita sebagai ninja.
Jiraiya : Boleh aku mengatakan sesuatu?
Ninja Fuma : Aku tak bisa mendengar ocehan. Mati saja kau!
Ninja Fuma menyerang Jiraiya hingga Jiraiya terdesak.
Yang diserang Ninja Fuma ternyata hanya Bunshin Jiraiya. Jiraiya yang asli muncul dibelakang Ninja Fuma
Jiraiya : Menyerah… Menyerah padaku
Jiraiya menyerang Ninja Fuma. Ninja Fuma mundur. Rupanya Ninja Fuma terkena Kunai keningnya oleh Jiraiya hingga berdarah.
Ninja Fuma : Wapaupun kau mengalahkan aku. Penyerang lain akan tetap menyerang desa. Selama kita hidup dalam dunia ninja yang terkutuk ini. Tak akan ada kedamaian.
Ninja Fuma kabur dan menghilang
Jiraiya : Ramalan Gama Sennin mengatakan aku akan ditakdirkan melatih orang yang akan membawa perubahan besar berupa kedamaian di muka bumi ini. Namun aku belum menemukan murid ini.
*****
Hiruzen (narasi) : Saat itu, Jiraiya terpaksa pulang kembali ke Konoha Gakure no Sato.
*****
Jiraiya tampak berada pada saat Tsunade histeris saat Nawaki meninggal dalam perang.
Orochimaru : Kita memang sedang perang.
Jiraiya : Orochimaru…
Tsunade tambah histeris melihat kalung Nawaki yang dipegang Orochimaru. Jiraiya menenangkan.
Jiraiya : Untuk menghapuskan kesedihan ini dari dunia ninja, kau harus mencari Si pembawa perubahan itu. Aku harus memilih orang yang akan membawa kedamaian.
***
Hiruzen : (Narasi) Api peperangan memaksa Jiraiya dan teman se Tim nya terlibat. Peperangan ini kelak akan dikenal dengan sebutan Perang Besar Ninja Ke Tiga. Inilah saat dimana ketiganya kelak akan dikenal sebagai Sannin

Iklan

1 Response so far »

  1. 1

    Morty said,

    Jadi summoning jutsunya jiraiya dperoleh secara tidak sengaja ya! bagaimana dengan orochimaru dan tsunade ya?


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: