Naruto Shippuden Ep 75 : Dibawah langit berbintang

[Tempat latihan Naruto]

Naruto memandangi air terjun yang luas.

Naruto : Taju Kage Bunshin no Jutsu (Naruto menjadi banyak dan mulai berkonsentrasi membelah air terjun) Sialan.

a

[Tempat latihan Naruto – Malam]

Naruto tiduran di rumput. Api unggun dinyalakan. Kakashi datang.

Kakashi : Tak usah terburu-buru. Latihanmu bagus sekali. Ini hanya soal waktu.

Naruto : (langsung bangun) kalau begitu harusnya aku boleh latihan lebih lama lagi.

Kakashi : Aku tahu kau sangat kuat.

Kakashi menoleh pada Yamato, Naruto juga. Tampak Yamato benar-benar kelelahan.

Yamato : (nafas tak beraturan) Aku…. Siap… kapan… saja… Aku… tak… apa… apa.

Naruto : (kaget) Yamato-taicho tampangnya mengerikan sekali.

[Jalan setapak – Subuh]

Kakuzu membawa mayat Chiriku. Hidan berjalan di sebelahnya.

Kakuzu : Tolong bawa dia sebentar.

Hidan : Hey. Hey. Hey. Yang mau uangnya itu kamu. Bukan aku. Kamu saja yang bawa. Dia hadiah berhargamu kan? Kenapa memandang sinis begitu.

Kakuzu : aku bersumpah suatu hari nanti aku akan membunuhmu.

Hidan : seperti yang bisa saja kau Kakuzu.

[Jalanan Konoha – Asuma – Siang]

Asuma sedang berjalan sendiri. Ia mengambil rokok dari bungkusnya namun tidak jadi merokok.

[Kediaman Kurenai]

Kurenai sedang menyirami bunga.

 

 

[Tempat latihan Naruto]

Sakura membawa sekeranjang obat berwarna hitam. Naruto masih berlatih di air terjun.

Sakura : (senyum) dia masih latihan. Mungkin dia tidak butuh pil prajurit ini sama sekali.

Sai (suara) : tidak juga.

Sakura : (melihat kebelakang) hey. Sudah berapa lama kau disana.

Sai : sejak sebelum kau datang.

Sakura : masak sih. Aku koq tak menyadarinya yah? Kamu tak berbohong kan?

Sai : maaf. Lagian, latihan itu lebih berat dari kelihatannya. Sepertinya Naruto belum menguasainya. Tapi ia sudah bisa menjaga fokusnya sambil menggunakan kage bunshin sampai titik tertingginya. Apa yang ia lakukan sekarang adalah level yang sama sekali berbeda dengan latihan biasa.

Sakura : yah. Setidaknya…

Sai : (mengeluarkan sebuah buku) itu yang tertulis di buku ini.

Sakura : bukunya tak perlu disembunyikan seperti itu!

Sai : aku takut kamu marah karena aku selalu berbicara menurut buku terus menerus. Ya. Kan?

Sakura : maaf deh. Maksudku tidak begitu. Tidak apa-apa koq. Kamu membacanya karena kamu peduli dengan temanmu kan? Buku itu bagus untuk yang seperti itu. Tuh. Kan. Kamu terkadang sangat baik.

Sai : Aku.. baik..

Sakura : ayo.. kita jangan mengganggu latihannya.

Sakura meletakkan keranjang pil prajurit dan meletakkan memo didalamnya. Agak jauh dari Sakura, Kakashi tiduran di sofa dibawah pohon rindang sambil baca icha-ica tactic.

 

Kakashi : mereka sudah menjadi tim yang bagus saat aku pergi. (melihat Sai dan Sakura pergi) baguslah.

 

 

Yamato masih konsentrasi menjaga Naruto agar tak lepas kendali. Naruto masih fokus mencoba membelah air terjun. Beberapa kage bunshinnya terengah-engah namun kembali latihan. Kakashi mendekat.

Kakashi : Naruto! (bunshin-bunshin Naruto melihat kakashi) konsentrasikan pada semua yang telah kau pelajari sejauh ini. Coba hapus semua kage bunshinmu sekarang. Ini saatnya mengumpulkan semua pengalaman.

Naruto : baik (kage bunshinnya menghilang)

Kakashi : Bagaimana? Ada sesuatu?

Naruto : masih belum cukup. Tapi aku akan terus latihan. (tiba-tiba hampir jatuh karena terlalu lelah)

Kakashi : (tiba-tiba berada disampingnya) aku selalu bilang tak perlu memaksakan diri dengan berlebihan. (menunjukkan keranjang Sakura)

Naruto : Apa itu?

Kakashi : oleh-oleh dari Sakura. Ini adalah pil prajurit. Dan ada catatan didalamnya.

Catatan : Ini adalah pil prajurit spesial Sakura. Makanlah dan terus dan terus berlatih dengan giat. Shannaro. Sakura.

Naruto : (bahagia) Sakura-chan. Saatnya memakan pil prajurit buatan Sakura. (Naruto melemparkan kembali pilnya) Sakura-chan. Apa ini? Aku tak bisa memakannya.

 

[Tempat latihan Naruto]

Naruto : baiklah. Saatnya berlatih kembali. Taju kage bunshin no jutsu. (Naruto kembali latihan)

[Tempat latihan Naruto – malam]

Naruto duduk dekat api unggun

[Tempat latihan Naruto – siang]

Sakura dan Sai mengamati latihan Naruto dari jauh

[Tempat latihan Naruto – malam]

Yamato istirahat dekat api unggun. Keranjang Sakura dengan pil yang masih penuh ada disampingnya.

[dekat Tempat latihan Naruto – pagi]

Sakura sedang berjalan menuju tempat latihan Naruto.

Sakura : Naruto bisa bertahan latihan pasti karena pil prajurit buatanku. Aku yakin itu.

[Tempat latihan Naruto]

Sakura sampai di tempat latihan Naruto. Naruto sudah hampir berhasil membelah air.

Kakashi : Naruto. Istirahatlah dulu.

Naruto : kalau aku bermalas-malasan, aku tak akan bisa mengejar Sasuke.

Sakura telah pergi tapi ia telah meninggalkan keranjang pil prajurit dengan catatan didalamnya.

[Jalanan Konoha – Sakura – Sore]

Sakura berjalan sendiri tiba ada yang memanggilnya.

Iruka : Hai Sakura

Sakura : Oh. Iruka-sensei.

[bangku taman Konoha – maghrib]

Iruka dan Sakura duduk di bangku taman

Iruka : Naruto sudah beda yah. Dia benar-benar berjasa pada krisis Konoha yang baru lalu yah.

Sakura : (ketus) aku juga membantu. (senyum) bercanda koq

Iruka : ha.ha.ha. Oh. Iya. Kamukan murid Tsunade-sama. Aku bangga sekali memiliki murid yang sangat berbakat. Khususnya si badut kelas itu. Dia sangat lucu. Bahkan sekarang, Naruto sedang latihan istimewa yang hanya dia yang bisa lakukan kan? Itu benar-benar mengagumkan.

Sakura : (protes) aku sudah sangat berbakat dari awal. Maaf saja kalau aku tak menjadi murid lucumu.

Iruka : wah. wah. Kamu agak sensitif hari ini.

Sakura : (tersenyum) tapi memang dia sekarang sangat hebat.

Iruka : yah. Dia berubah. Semuanya berubah. Murid-muridku tambah hebat. Tambah berkembang.

[Gerbang utama Konoha – pagi]

Kotetsu dan Izumo sedang berjaga

Izumo : Apa itu?

Seorang biksu berlari di kejauhan

[Ruang Hokage]

Hokage : Jadi begitu. Bahkan Chiriku pun kalah.

Biksu : saya sedang keluar dari kompleks kuil. Saat kembali. Semuanya telah…

Shizune : Akatsuki pasti memeriksa tempat-tempat di Hi no Kuni dimana mereka fikir ada jinchuuriki. Mereka sudah sampai sini.

Hokage : jangan biarkan mereka lolos dari Hi. No Kuni. Panggil satuan nijuu shotai.

[Atap gedung Hokage]

Hokage sedang memberi pengarahan pada 80 orang shinobi.

Hokage : itulah perintahku. Apa ada pertanyaan? (Asuma mengangkat tangan) ada apa?

Asuma : aku yakin Chiriku mantan juu ni shi no shoukin kubi ada disana. Apa yang terjadi padanya.

Hokage melirik pada biksu

Biksu : Chiriku sama…. Terbunuh oleh mereka.

Asuma terkejut. Ia terkenang masa-masa bersama Chiriku saat masih dalam juu ni shi no shoukin kubi.

Asuma : (berbisik) Chiriku telah…

Hokage : demi Konoha dan keselamatan Hi no Kuni. Kita tak bisa membiarkan orang-orang ini bebas berkeliaran. Aku juga ingin tahu apa yang diinginkan orang-orang ini. Tapi mereka sangat berbahaya. Jangan biarkan mereka pergi. Cari mereka. Dengan cara apapun. Dan jika kaku tak bisa menangkapnya. Bunuh mereka. Baiklah. Bubar.

Para shinobi bubar. Mereka pergi dalam kelompok-kelompoknya. Tim raido yang terdiri dari raido, Aoba, Ino dan Chouzi telah melewati gerbang Konoha.

Ino : (dalam hati) aku tak akan mencemarkan nama tim Asuma.

Chouzi : (dalam hati) aku akan memberikan yang terbaik. Shikamaru. Asuma-sensei.

[Atap suatu gedung]

Tim Asuma yang terdiri dari Asuma, Shikamaru, Kotetsu dan Izumo berkumpul.

Asuma : baiklah. Mari kita mulai pencarian dari kuil api.

Dari tempat tim Asuma berdiri, terlihat jelas jendela tempat Kurenai biasa menyirami bunga.

Asuma : Seseorang harus melakukannya. Ayo pergi.

 

 

 

 

[Kediaman Kurenai]

Kurenai sedang membaca buku. Ia tak menyadari empat orang yang berdiri di seberang gedung. Saat ia menoleh kearah tersebut, empat orang itu sudah hilang.

[Hutan]

Tim Asuma sedang berlarian diantara pepohonan.

Shikamaru : Asuma-sensei.

Asuma : Ada apa?

Shikamaru : kelihatannya anda kenal dengan Chiriku dari kuil api.

Asuma : yah. Apa aku tak pernah katakan padamu? Kami dulu berjuang bersama. Dulu saat aku meninggalkan Konoha dan bergabung dengan grup yang dinamakan juu ni shi no shoukin kubi. Kuil api telah dekat. Ayo cepat.

[Tempat latihan Naruto – malam]

Kakashi berdiri disamping keranjang pil prajurit Sakura.

[kamar Sakura – malam]

Sakura baru datang. Sakura membuka jendela kamarnya. Dan duduk di kasur.

Sakura : Bulan sangat indah.

 

 

Angin malam masuk dari jendela. Mengibarkan rambut Sakura. Foto tim 7 terjatuh. Sakura mengambilnya dan memandangnya. Ia terkenang masa-masa awal tim kakashi.

[ingatan Sakura – hutan latihan chakra Nami no Kuni]

Naruto : Sakura chan. Kau hebat. Itulah yang ku mau dari gadis impianku.

[ingatan Sakura – bangku taman Konoha]

Iruka : Semua berubah.

[kamar Sakura – malam]

Sakura : Yah. Kami semua berubah. Naruto mengejar Sasuke-kun dan melakukan latihan yang tak bisa dilakukan orang lain. Satu-satunya yang bisa ku lakukan hanya kecil dan tak berarti.

[Tempat latihan Naruto – malam]

Naruto tiduran didekat api unggun. Bintang jatuh lewat.

Naruto : Bintang jatuh.

 

 

Naruto terpejam sambil memegang kumpulan catatan pemberi semangat dari Sakura. Naruto teringat pada tim kakashi awal.

 

 

 

 

Naruto : (berbisik) Sasuke

 

 

 

 

 

Naruto bangkit dan duduk memandang air terjun. Kakashi membuka sebelah matanya dan memperhatikan Naruto.

Naruto : Taju Kage Bunshin no Jutsu

 

 

 

[Tempat latihan Naruto – Pagi]

Naruto masih latihan. Yamato masih menjaga Naruto dan kakashi berdiri disamping Yamato. Naruto istirahat sejenak.

Naruto : Sasuke. Aku tak akan menyerah. Aku akan terus berjalan tanpa henti. Aku janji. Baiklah.

Naruto melanjutkan latihannya. Kali ini ia berhasil membelah air terjun.

Naruto : (gembira) hore.

Yamato : latihan ini mengajarkan sesuatu karena dia sudah berhasil dengan waktu secepat ini.

Kakashi : ini bukan semata karena metode latihannya. Sasuke memberinya semangat.

Naruto : (bersama kage bunshinnya) aku berhasil membelahnya (kage bunshinnya menghilang)

Kakashi : selamat. Sekarang saatnya latihan membuat jutsu baru.

Naruto : (terengah) aku.. tahu (terjatuh)

Kakashi : (tiba-tiba ada di dekat Naruto) kau tak apa-apa Naruto? Sepertinya ia agak berlebihan. (melihat mulut Naruto komat kamit) a..apa?

Naruto : l…la…par..

Kakashi : (senyum) oh iya pasti.

 

2 Tanggapan so far »

  1. 2

    Zaemal said,

    Wah bagus ceritanya…


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: